BENGKALIS, Potretmelayu.com – Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengapresiasi pelaksanaan Bedah Buku Profil Ulama Karismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis dalam rangka Milad ke-51 MUI.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam melestarikan sejarah, pemikiran, dan keteladanan para ulama sebagai bagian dari identitas daerah.
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, menyampaikan apresiasi tersebut saat membuka kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring di Aula Gedung Diklat, Jalan Kelapapati Darat, Bengkalis, Jumat (24/7/2026).
Menurut Johansyah, bedah buku tidak hanya menjadi forum membahas isi sebuah karya, tetapi juga momentum menggali kembali nilai perjuangan, keteladanan, dan warisan keilmuan para ulama yang telah memberi kontribusi besar terhadap perkembangan kehidupan keagamaan, pendidikan, sosial, serta persatuan masyarakat di Kabupaten Bengkalis.
"Melalui bedah buku ini, masyarakat diajak memahami lebih dalam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan, buku Profil Ulama Karismatik Kabupaten Bengkalis Jilid II merupakan dokumentasi sejarah penting yang merekam perjalanan dakwah dan pengabdian para ulama di Negeri Junjungan. Warisan tersebut, katanya, perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap memiliki jati diri, identitas keislaman, dan nilai-nilai kemelayuan di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga berharap upaya pendokumentasian sejarah tidak berhenti pada penerbitan buku ini. Masih banyak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat yang dinilai layak didokumentasikan sebagai bagian dari kekayaan intelektual daerah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, Amrizal, mengatakan penyusunan buku tersebut bertujuan memperkenalkan sosok-sosok ulama yang telah berjasa membangun kehidupan keagamaan di Bengkalis sekaligus menjadi referensi dan teladan bagi masyarakat maupun dunia pendidikan.
Menurutnya, dokumentasi sejarah ulama menjadi penting agar nilai perjuangan, akhlak, dan pengabdian mereka tetap dikenang serta dapat menjadi pedoman bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Kegiatan bedah buku tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Bengkalis, unsur pendidikan, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya(man/inf)
