BENGKALIS, Potretmelayu.com – Bupati Bengkalis Kasmarni resmi membuka Sepekan Kenduri Adat sempena Hari Jadi ke-514 Bengkalis Tahun 2026 di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Sabtu (25/7/2026).
Pembukaan ditandai dengan prosesi pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pelestarian adat, seni, dan budaya Melayu yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Bengkalis.
Usai pembukaan, Bupati Kasmarni bersama rombongan meninjau bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut memeriahkan kegiatan. Acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, seperti Barongsai, Kuda Lumping, dan Reog yang mencerminkan keberagaman budaya di Kabupaten Bengkalis.
Dalam sambutannya, Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Bengkalis, para pemangku adat, budayawan, seniman, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Sepekan Kenduri Adat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat jati diri masyarakat, melestarikan warisan budaya Melayu, serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
"Sepekan Kenduri Adat merupakan wadah untuk memperkokoh jati diri masyarakat Melayu, mempererat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi warisan leluhur kita," ujar Kasmarni.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen melanjutkan pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai adat, seni, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bengkalis yang bermarwah dan berdaya saing.
Kasmarni juga berharap Sepekan Kenduri Adat mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui bazar UMKM, meningkatkan kunjungan wisata, serta memperkenalkan kekayaan budaya Bengkalis kepada masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso, Sekretaris Daerah Bengkalis Ersan Saputra, jajaran perangkat daerah, pimpinan LAMR Kabupaten Bengkalis, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, tokoh agama, tokoh adat, budayawan, pelaku UMKM, serta masyarakat(man/inf)